Label

Senin, 02 Februari 2015

SELF YANG MENAKLUKKAN : MEMBUNGKAM THE OTHER



“Tak perlu lagi mendengar suaramu ketika aku dapat berbicara tentang dirimu lebih baik daripada kemampuanmu berbicara tentang dirimu. Beritahukan padaku penderitaanmu! Aku ingin mengetahui kisahmu. Baru kemudian akan kuceritakan kembali padamu dengan cara baru. Menceritakan kembali padamu sedemikian rupa sehingga kisah tersebut telah menjadi kisahku, kisah milikku. Dengan menulis ulang dirimu, aku menulis diriku sendiri secara baru. Aku masih penulis yang berwenang. Aku masih sang penjajah, subjek yang berbicara, dan kamu kini menjadi tema pembicaraanku (Hooks, 1990:151-152).

Dalam kehidupan sosial, dalam kehidupan pribadi, dan dalam kehidupan religius sekalipun, saya seringkali terjebak dalam “menulisi” orang lain. Dalam artian, berusaha mengobjektifasi orang lain dan mendefinisikan mereka menurut pada usahaku untuk menaklukkan mereka. Bahkan dalam kasus tertentu, dalam upaya saya “me-lainkan” orang di luar diri saya, saya sering berharap melucuti hak mereka satu persatu dalam rangka menaklukkan mereka atau mungkin menghilangkannya. Hingga pada akhirnya, tidak ada yang tersisa. Aku ingin akulah sang penjajah, yang mendefinisikanmu, menulisimu, menentukan baik-burukmu. Kau hanya perlu bungkam dan mendengarkanku menjelaskan tentang dirimu yang pasti lebih baik dari penjelasanmu tentang dirimu sendiri.

Maka pertama, biar kubeberkan maksudku bagaimana aku me-lain-kan-mu.

ehjohnson3.wordpress.com

Kamis, 15 Januari 2015

Naruto Review: Izanagi dan Izanami


Taijutsu, genjutsu, ninjutsu, dan senjutsu. Dalam anime Naruto, ilmu bela diri setidaknya (barangkali ada yang saya lewatkan) bisa di bagi ke dalam empat hal tersebut. Keempat kata tersebut biasanya identik dengan serangan mematikan atau teknik pertahanan yang kokoh. Beberapa tokoh, seperti Sasuke dan Madara, bisa menguasai keempat jenis bela diri tersebut . Naruto sendiri tidak bisa menguasai genjutsu (setidaknya dia tidak pernah pernah memperlihatkannya). Sedangkan beberapa tokoh lainnya seperti Rock Lee dan guru alis tebalnya, hanya bisa menguasai Taijutsu (teknik bela diri dengan tangan kosong).

Diantara keempat jenis jutsu tersebut, salah satu  jenis jutsu yakni genjutsu, boleh dibilang sangatlah menarik. Jutsu ini barangkali hanya beberapa anime yang memilikinya. Dragonball barangkali identik dengan manga atau anime pertarungan, tapi son Goku tidak mengenal kata genjutsu (secara teknis Son Goku hanya menguasai taijutsu dan ninjutsu). Di anime naruto sendiri terdapat beberapa tokoh yang biasa memakainya seperti Kurenai, Madara, dan Sishui. Namun yang terhebat diantara semuanya (yang paling sering menggunakan) adalah Uchiha Itachi. Uchiha Itachi bahkan bisa menggunakan genjutsu teknik tinggi sampai ke genjutsu yang terlarang. 

largs-en-kampt.deviantart.com
Genjutsu sendiri bisa berarti jutsu yang bisa memanipusi kenyataan dengan menjebak korbannya dalam ilusi. Korban dari jutsu ini akan dibawa ke dunia ilusi yang diciptakan oleh Penggunanya. Biasanya, genjutsu adalah teknik yang berhubungan dengan mata. Barangkali ini pulalah alasan mengapa klan uchiha yang memiliki sharinggan menjandi pengguna genjutsu terbanyak dalam anime Naruto.

Selasa, 13 Januari 2015

MELOKA



Berdiri di tengah kelas, menatap sekeliling...
Aku mendapati segala sesuatu menghilang kecuali dirimu..

Kukumpulkan lagi keberanianku lagi dan lagi..
Pada ingatanku lagi dan lagi..
Pada dirimu lagi dan lagi..

Aku mendorong kedua tanganku ke depan..
Ketika mulai membaca..
Aku bahkan mulai merasa kalau diriku pun menghilang. .

Jam dinding berdetak di atas kepalamu..

Aku mencintaimu dalam keadaan apapun..
Saat kau tersenyum bahagia karena seikat bunga di hari ulang tahunmu..
Saat kau menangis bersedih karena berkata jujur tapi di dustakan..
Saat kau diam tidak melakukan apa – apa karena kemalasanmu..
Saat kau kesal memikirkan kesalahan orang lain padamu..
Saat kau menyesal dengan tingkahmu sendiri . .
Saat kau membenci orang yang menipu dirinya sendiri . .
Saat kau mendengki pada kelebihan orang lain..
Atau bahkan ketika kau marah hanya karena persangkaanmu yang keliru..

Aku mencintaimu dalam kondisi apapun..
Saat kau mengulurkan tangan pada yang terjatuh ..
Saat kau tersenyum pada orang yang melakukan kesalahan padamu..
Saat kau memaafkan kekhilafan orang lain..
Saat kau memberi makan pada yang tak mampu ketika kau lapar..
Saat kau menahan diri untuk orang lain..
Saat kau berdarah pada batu yang dilemparkan untuk orang lain . .

Tapi aku masih tetap mencintamu dalam keadaan apapun..
Saat kau menyebarkan keburukan orang lain..
Saat kau membuat makar untuk menjatuhkan lawanmu..
Saat kau menyembunyikan kebenaran yang kau ketahui sepenuhnya..
Saat kau menyakiti dirimu sendiri..
Saat kau mencerca orang karena kebencianmu..
Saat kau mengambil barang orang lain dalam keadaan diam..
atau saat kau menarik semua ucapanmu ..
ketika kau melanggar semua sumpah dan janjimu..

atau saat aku mencintai  semua orang yang berusaha kau tipu dan kelabui..
saat aku melindungi mereka dari semua makar yang kau rencanakan..

Minggu, 07 Desember 2014

DOA KUMAIL



Ya Allah ! Aku memohon dengan Rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu..
Dengan kekuatan-Mu yang dengannya Kau taklukkan segala sesuatu dan dihadapan kekuatan-Mu itu semua tertunduk hina dan merendah..
Dengan kemuliaan-Mu yang tiada tertandingi..
Dengan kedigdayaan-Mu yang melampaui segala sesuatu..
Dengan kemuliaan-Mu yang memenuhi segala sesuatu..
Dengan kekuasaan-Mu yang lebih tinggi dari segala sesuatu..
Dengan wajah-Mu yang kekal abadi setelah kesirnaan segala sesuatu..
Dengan asma-Mu yang memadati sendi-sendi segala sesuatu..
Dengan pengetahuan-Mu yang mencakup segala sesuatu..
Dan dengan cahaya-Mu yang menyinari segala sesuatu..
Wahai Cahaya nan Maha Kudus..
Wahai Awal dari semua awal..
Wahai Akhir dari semua akhir..
Ya Allah! Ampuni dosa-dosaku yang merusakkan penjagaan..
Ya Allah, ampuni dosa-dosaku yang mendatangkan bencana..
Dosa-dosaku yang mengganggu (kelanggengan) nikmat..
Dosa-dosaku yang menghalangi doa..
Dosa-dosaku yang menurunkan bencana..

Sabtu, 06 Desember 2014

PANGGUNG KELIMA

“Melihat ke utara. Kudapati suaraku saat memanggil namamu.”
Melihat ke timur. Kudapati wajahmu saat senyummu.
Melihat keselatan. Kudapati  perasaanku saat bersamamu.
Melihat ke barat. Tersedak aku karena merindukanmu.
Kemana aku harus berpaling?
Sedang kau mengintaiku dari semua arah.
Dari sembarang waktu dan tempat.            

Selasa, 25 November 2014

BELAJAR DRAMATURGI DARI HARUKI MURAKAMI


Apabila sepucuk pistol muncul dalam suatu cerita, pistol itu harus ditembakkan.”
(Anton Chekov)

Ini tentu saja bisa mereduksi apa yang dijelaskan oleh Murakami. Apalagi dalam sebuah cerita, menafsirkan makna dibalik penanda bisa jadi justru membunuh pengarang itu sendiri. Akan tetapi, karena saya sudah terlanjur membacanya dan mencoba memahaminya, saya merasa harus mengambil peran untuk menjelaskan apa yang saya pahami.

Terlepas dari sesuai tidaknya yang saya pahami dengan Murakami maksudkan, penulis novel Kafka on the Shore itu telah meletakkan sepucuk pistol dalam kepala saya. Jadi harus menembakkannya. Bahkan mungkin saya tidak benar-benar tahu apakah peluru itu akan meledakkan kepala seseorang yang sedang membaca buku, atau mungkin orang yang sedang menonton TV. Intinya saya harus menembakkan pistol dalam kepala saya. Melalui peluru, yang bernama kata-kata, tentunya.

Tapi sebelum membahas dramaturgi yang dibahasakan oleh Murakami dalam novel Kafka on the Shore, alangkah baiknya kita membahas dulu konsep Dramaturgi yang diperkenalkan oleh Aristoteles dan Erving Goffman.


-Dramaturgi ; Sebuah Seni dalam Berkomunikasi

Dramaturgi pada mulanya, adalah sebuah istilah yang diperkenalkan Aristoteles. Di masa hidupnya, Aristoteles menyisihkan waktunya untuk mempelajari drama-drama Yunani baik yang dalam bentuk tragedi ataupun komedi. Dalam bukunya Poetics, Aristoteles menuliskan bagaimana dia menganalisa drama secara keseluruhan. Baik dari segi naskah, sampai kehubungan antara karakter dan acting, plot, dialog dan cerita. Aristotles menjelaskan bagaimana bagusnya sebuah cerita dan bagaimana pengaruhnya terhadap reaksi penonton terhadap drama.

arts.rice.edu
komedi dan tragediarts.rice.edu komedi dan tragedi

Selasa, 18 November 2014

PSHYCHO-PASS 2 REVIEW : WHAT COLOR? PENEGAK YANG PEMBUNUH


            Saat inspekstur perempuan itu terbangun, keadaan tidak lagi berada dalam kendalinya. Kedua tangannya terikat, sementara tubuhnya, dia dapati dalam keadaan telanjang. Di depannya, sekitar sebelas orang yang ketakutan - yang juga dalam keadaan telanjang - , berbaris rapi menghadap ke pintu gedung yang tertutup.  

            Pemegang kendali atas keadaan ini, tentu saja lelaki paruh baya yang berjalan arogan dengan tongkat ditangannya. Lelaki paruh baya yang membenci system, lalu menularkan kebenciannya dengan memprofokasi masyarakat agar bertindak tidak lagi patuh seperti manusia hidup yang mati.

            Setelah mempelajari situasi – termasuk setelah melihat bagaimana seorang tawanan dibenturkan kepalanya ke lantai dengan menggunakan sepatu yang terpasang di kaki - inspektur perempuan itu pun melepas pengikat ditangannya. Naluri keadilannya pun segera membuatnya bergerak cepat. Dengan cekatan, dia mengambil senjatanya dari drone. Lalu dengan posisi siap tempur, dia mengarahkan dominator (senjata yang bisa mengecek tingkat stess) kepada lelaki paruh baya itu. Akan tetapi, sayang sekali, meski telah membunuh sedemikian kejamnya, psikologi lelaki paruh baya  itu ternyata tetap bersih. Pelatuk senjatanya pun terkunci. Dominator tidak bisa mengadili orang dengan warna psikologi yang cerah.



            Kaget, penegak itu kehilangan kendali. Lelaki paruh baya itu melepaskan tendangan yang membuat inspektur perempuan itu terlempar dan menabrak kaca. Para sandera kembali berteriak histeris. Darah segar mengucur dari kepala inspektur tersebut.