Label

Rabu, 01 Oktober 2014

PSYCHO-PASS REVIEW : MASIHKAH ANDA PERCAYA SISTEM?



Pada mulanya, manusia hidup sebagai satu keluarga. Tidak ada ego individu; milikku adalah milikmu.  Setelah sedikit sejahtera, mereka mulai mengenal konsep kepemilikan individu. Mereka masih bisa hidup sejahtera tanpa saling menganggu. Tapi keadaan tidak lagi sama ketika seseorang mulai menginginkan milik orang lain. Beberapa orang mulai mencuri, merampas, menindas, membunuh, menipu, membodohi, dan saling bersumpah palsu. Keadaan berubah, manusia tidak bisa lagi percaya sepenuhnya pada yang lainnya. Akibatnya, tata tertib umum mulai diterbitkan. Untuk keamanan, orang-orang mulai menutup pintu mereka rapat-rapat lebih dari sekedar perlindungan terhadap binatang. Lemari-lemari untuk menyimpan perhiasan mulai dibuat. Ketika ada transaksi ekonomi, orang-orang mulai memikirkan kertas-kertas bukti transaksi untuk membatasi yang lainnya. Ketika zaman semakin memacu egosenstris, persaingan, orang-orang mulai menggantungkan diri pada aturan seperti mereka menggantukan perut mereka pada sesuap nasi. Suatu hari kelak, manusia akan bergerak titik ekstrim dari ketergantungan terhadap aturan ; hilangnya kepercayaan kepada yang lain.

Jumat, 26 September 2014

GINTAMA REVIEW : SETIAP ORANG DEWASA ADALAH INSTRUKTUR BAGI SETIAP ANAK-ANAK


“Tanah para samurai. Itulah sebutan untuk negeri kami pada zaman dulu. Tapi dengan kedatangan Amanto dan pelarangan pedang 20 tahun lalu, samurai sudah tidak dianggap lagi. Langit yang dulunya bersih, sekarang dipenuhi pesawat milik para alien (Amanto). Kota yang dulu jalannya dipenui oleh samurai, sekarang dipenuhi oleh alien yang berjalan dengan arogan dan angkuh. Itu adalah keadaan negeri kami saat. Negeri Edo, yang dulunya dikenal sebagai negeri para samurai.”
 Saya ingin menjelaskan kapan pertama kali anime gintama ditayangkan tapi saya tidak tahu. Juga ingin menyebutkan nama pengarangnya tapi terlalu malas untuk mencarinya. Hal yang saya tahu, saya menyukai anime gintama tanpa harus tahu asal usulnya dan siapa nama pengarangnya.

Membicarakan genre anime gintama seperti membicarakan musim pancaroba. Tidak ada genre yang pasti dalam anime gintama. Kadang kocak, sangat kocak, tapi jika sedang serius anime ini akan menampilkan banyak adegan yang bersimbah darah.

 Keunggulan utama anime ini adalah, para karakternya sadar bahwa diri mereka adalah anime yang ditulis oleh seseorang, difilmkan, dan tahu ada banyak orang yang suka menontonnya. Para karakter dalam anime gintama adalah karakter yang tahu siapa diri mereka, kemana mereka akan pergi, mengenal penciptanya, dan mengerti hakekat penciptaan mereka.

www.fanpop.com

Selasa, 23 September 2014

CATATAN FILSAFAT DI BUKU MATEMATIKA KITA



Sejak kita belajar matematika, di sekolah-sekolah, guru-guru seringkali hanya menjelaskan rumus yang rumit. Perhitungan yang tidak membumi, atau sesuatu yang sulit bagi kita membayangkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, sulit bagi kita menemukan 5 dari 10 orang dalam kelas yang menyukai pelajaran matematika.
Namun tahukah anda, bahwa matematika bukan hanya sekedar angka-angka yang di deret atau diaritmatikakan? Tidak sekering yang di pelajaran sekolah, matematika sejatinya bisa menjadi penuh makna dan terjemahan filosofis.  Di Yunani, sekelompok orang dari Miletus, yang dipimpin oleh Pytahgoras (570-500 SM), bahkan menjadi matematika sebagai landasan filsafatnya.

www.4shared.com
 
Operasi perkalian bilangan Positif dan Negatif bisa menjadi salah satu contoh bagaimana kita bisa menemukan kearifan dalam matematika. Jika bilangan positif diartikan benar sedangkan negatif berarti salah maka berikut kearifan yang bisa kita dapatkan :

Jumat, 12 September 2014

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG



Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan berikut akan membahas mengenai tafsir bacaan basmalah yang diambil dari kitab tafsir Ibn katsir. Tafsir ini dikaji dipengajian HmI Komisariat Ekonomi Unhas hari kamis tanggal 11 september 2014.
Ada tiga pembahasan yang sempat dibahas di pengajian hari tersebut. Pertama, seputar hukum mengenai bacaan basamalah. Kedua, keutamaan basmalah. Dan ketiga, tafsir dari huruf ba dan ismi dalam basmalah.
Tulisan kali ini akan membahas mengenai seputar hukum mengenai bacaan basmalah. Untuk pembahasan selanjutnya, akan dilanjutkan ditulisan-tulisan berikutnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ayat Basmalah yang termasuk dalam surat An-Naml ini merupakan salah satu ayat yang sangat dianjurkan untuk diamalkan sehari-hari. Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai hukum tentangnya namun hal tersebut tidak mengurangi keutaamaannya.
Pembahasan basmalah belum dirampungkan dalam tulisan ini. Tapi untuk sekarang, berikut beberapa hal yang bisa didapatkan dari Tafsir Ibn Katsir mengenai Basmalah.

(1)Beberapa Hukum Seputar Basmalah

Di dalam kitab Sunan Abu Daud dengan sanad yang sahih dari Ibnu Abbas r.a. disebutkan bahwa Rasulullah Saw. dahulu belum mengetahui pemisah di antara surat-surat sebelum diturunkan kepadanya: Bismillahir rahmanir rahim (Dengan nama Allah Yang Maha Pemu-rah lagi Maha Penyayang). Hadis ini diketengahkan pula oleh Imam Hakim, yaitu Abu Ab-dullah An-Naisaburi, di dalam kitab Musladrak-nya. Dia meriwayat-kannya secara mursal dari Sa'id ibnu Jubair.
Dari segi hukumnya, ada dua hal yang sering disoroti seputar bacaan basmalah. Pertama, apakah basmalah merupakan bagian dari setiap surat, atau pemisah antar surat yang satu dengan yang lainnya. Kedua, apakah bacaan basmalah dikeraskan bersama surat al-fatihah dan dengan surat yang lainnya, ataukah tidak dikeraskan sama sekali.

muhandisun.wordpress.com

Rabu, 10 September 2014

BEYOND THE INFERNO (2) : PRIDE


Kebanggaan. Dalam 7 dosa mematikan, kebanggaan atau pride merupakan dosa paling besar yang bisa menempatkan hati seseorang dalam ranaka. Itu karena dari pride, berapa dosa mematikan lainnya seperti envy dan greed bisa muncul. 
 
Pride, memberikan perasaan bahwa yang memilikinya adalah yang terbaik sehingga orang lain harus berada di bawah mereka. Orang yang terjebak dalam pride, memiliki hati, telinga, dan mata tapi tidak dipergunakan untuk memahami, mendengar, dan melihat. Saat berbicara dengan orang lain dia hanya mendengarkan dirinya sendiri. Dia hanya melihat apa yang ingin dia lihat dan memahami apa yang ingin dia pahami.

 Namun uniknya, sekalipun pride membuat seseorang merasa jauh lebih besar dari orang lain, dalam anime fullmetal alchemis, pride justru digambarkan yang terkecil dari semuanya. hal ini barangkali karena merendahkan orang lain tidak lantas membuat yang merendahkannya menjadi lebih tinggi.

ervakurniawan.wordpress.com
       

Selasa, 09 September 2014

AN EPISTEMOLOGY

            Lebaran idul fitri kemarin, khatib menkhotbahkan sesuatu yang terdengar seperti epistemologi. Khatib tidak menyebutnya seperti itu, tapi dari penjelasannya, kita bisa mendapatkan pengetahuan tentang cara dan alat yang digunakan untuk mendapatkan pengetahuan.

            Sang Khatib, dalam bahasa setempat (bugis), menjelaskan epistemologi tersebut dengan bahasa yang sederhana. Epistemologi yang merupakan salah satu pembahasan dalam filsafat, dijelaskan kepada pendengar seolah epistemologi adalah kejadian yang baru disaksikan kemarin sore. Penjelasannya bahkan terdengar seperti khotbah biasa, tidak serumit pelajaran filsafat di kelas-kelas biasanya.

Untuk kata “epistemologi”, khatib itu sendiri menyebutnya dengan “appatiroang”.  Appatiorang sendiri bisa berarti, “sesuatu yang kita gunakan untuk meniru”. Tapi itu arti sekilasnya. Kata “appatiroang” sudah jarang digunakan dalam bahasa bugis sehari-hari.

“Appatiroang,” kata khatib tersebut, terdiri dari empat tingkatan. Berikut empat tingkatan appatiorang yang khatib tersebut maksudkan.

iperpin.wordpress.com


1.      Wahmi

Mulanya, manusia dilahirkan dalam tidak keadaan tidak tahu apa-apa. Tapi kemudian mereka diberi hati, telinga, dan mata agar mereka bersyukur.

Bayi, pada mulanya tidak tahu apa-apa. Tapi bagaimana mereka bisa menangis ketika lapar? Untuk menangis ketika lapar, mereka butuh sesuatu untuk mendeteksi rasa lapar mereka. Di tahap inilah, alat pertama bekerja. Sesuatu yang mendeteksi rasa sakit atau lapar mereka.

Saya sebenarnya tidak mendengar dengan apa khatib tersebut menemukan tingkatan yang pertama ini. Tapi pengetahuan yang didapatkan dari alat yang pertama ini, melekat dengan diri sendiri (khuduri).

Rasa lapar, sakit, adalah pengetahuan yang melekat diri sendiri. Kita dengan mudah mengetahuinya karena pengetahuan tersebut melekat dengan diri kita sendiri. Seperti inilah kharakteristik dari alat yang pertama ini.

Jika penjelasan tentang alat yang pertama ini ditambahkan lagi, maka hal ini juga bisa berarti pengetahuan tentang rasa cinta, benci, iri hati dan rindu, bersumber dari alat yang pertama ini. Orang yang mengutamakan alat yang pertama ini dalam usahanya mendapatkan pengetahuan, biasa disebut dengan kaum perasa. Pengetahuan yang didasarkan kebencian atau kecintaan terhadap sesuatu, adalah ciri pengetahuan dari kaum ini.
 

Kamis, 26 Juni 2014

BEYOND THE INFERNO

Aku  adalah sosok yang memberikanmu rasa keputus-asaan yang setara dengan yang kau harapkan agar kau tidak sombong.


Ranaka. Perasaan tidak nyaman seperti mendaki gunung yang tinggi, seperti  terbakar dalam api yang menyala-nyala, atau segala sesuatu yang terasa sesak di dalam dada yang mendorong orang yang merasakannya melakukan sesuatu yang jika sesudahnya pelakunya akan menyesal, di sebut ranaka dalam bahasa bugis. Kurang lebih artinya seperti itu. Jika saya merasa benci dan sangat ingin melampiaskan kemarahan saya ke orang-orang, itu artinya saya sedang maranaka. Jika saya merasa tidak nyaman di dada saya, tidak bisa tertidur, karena tetangga saya membeli sesuatu yang tidak bisa saya dapatkan, itu artinya saya dalam ranaka.

Perasaan ketika sedang meranaka, sangat tidak menyenangkan. Selalu menunggu untuk dilampiaskan. Hanya saja anehnya, setelah dilampiaskan, seringkali kita merasa menyesal.  Tapi jika ditahan-tahan, akan menggangu sepanjang hari, bulan, bahkan mungkin seumur hidup.

Uniknya, kata “ranaka” adalah sebuah “homonim” dalam bahasa bugis. Kara ranaka menunjuk kedua arti yang bisa dipakai untuk hal yang berbeda. Jika kata ranaka yang “pertama” berhubungan dengan apa yang kita rasakan saat merasa iri, benci, dengki, atau marah, maka kata ranaka yang “kedua” menunjuk ke arti “neraka”.