Label

Kamis, 26 Juni 2014

BEYOND THE INFERNO

Aku  adalah sosok yang memberikanmu rasa keputus-asaan yang setara dengan yang kau harapkan agar kau tidak sombong.


Ranaka. Perasaan tidak nyaman seperti mendaki gunung yang tinggi, seperti  terbakar dalam api yang menyala-nyala, atau segala sesuatu yang terasa sesak di dalam dada yang mendorong orang yang merasakannya melakukan sesuatu yang jika sesudahnya pelakunya akan menyesal, di sebut ranaka dalam bahasa bugis. Kurang lebih artinya seperti itu. Jika saya merasa benci dan sangat ingin melampiaskan kemarahan saya ke orang-orang, itu artinya saya sedang maranaka. Jika saya merasa tidak nyaman di dada saya, tidak bisa tertidur, karena tetangga saya membeli sesuatu yang tidak bisa saya dapatkan, itu artinya saya dalam ranaka.

Perasaan ketika sedang meranaka, sangat tidak menyenangkan. Selalu menunggu untuk dilampiaskan. Hanya saja anehnya, setelah dilampiaskan, seringkali kita merasa menyesal.  Tapi jika ditahan-tahan, akan menggangu sepanjang hari, bulan, bahkan mungkin seumur hidup.

Uniknya, kata “ranaka” adalah sebuah “homonim” dalam bahasa bugis. Kara ranaka menunjuk kedua arti yang bisa dipakai untuk hal yang berbeda. Jika kata ranaka yang “pertama” berhubungan dengan apa yang kita rasakan saat merasa iri, benci, dengki, atau marah, maka kata ranaka yang “kedua” menunjuk ke arti “neraka”.
   

Senin, 16 Juni 2014

DEMUTERI

http://ervakurniawan.files.wordpress.com/2011/05/diam.jpg
Aku masih berpikir keras ketika orang-orang itu datang mengerumuniku. Dalam pikiranku, muncul banyak kalimat yang ingin kutumpahkan pada orang-orang. Tapi salah seorang diantara mereka malah menanyakan padaku sesuatu yang sebenarnya sudah tidak ingin kuingat.

“Siapa orang yang membunuh Jamuteri?”

Kepalaku seperti berputar. Pikiranku harus kembali bekerja keras.

“Apa Demuteri yang membunuhnya?” 

Aku masih belum menjawab.

“Ayo, katakanlah!” seseorang lagi ikut mendesak. “Apa Demuteri yang melakukannya?”

Aku melirik ke arah orang yang bertanya. Seharusnya aku bisa menjawab pertanyaan ini dengan mudah, tapi entah kenapa belum ada jawaban yang muncul di kepalaku.

“Jangan takut, Nak! Kalau memang Demuteri yang melakukannya katakan saja! Kami tidak akan melakukan apa-apa padamu.”

Di desak, aku mulai menghitung kemungkinan yang akan muncul jika aku memutuskan menjawab “ini” atau 
“itu”. Ekspresi apa yang akan muncul jika aku menjawab “iya”? Kira-kira, apa yang akan orang katakan jika aku menjawab, “tidak”? hal-hal seperti itu muncul di kepalaku.

Orang yang sedang bertanya di depanku sepertinya tampak sangat ingin kalau aku menjawab “iya”. Jika aku menjawab sebaliknya, kira-kira apa yang akan terjadi?

“Cepat, Nak,” seseorang lagi kembali mendesak. “Demuteri yang membunuh Jamuteri, bukan? Di pinggir sungai ketika waktu menjelang malam?”

Sabtu, 14 Juni 2014

PSYCHO-PASS REVIEW : PEMIMPIN KHARISMATIK

 

“Dia seorang kriminal dengan pendidikan tingkat tinggi. Selalu menjaga kondisi psikologinya dalam keadaan sehat, memiliki kharisma yang unik, dan jarang membunuh orang dengan tangannya sendiri. Dia memperdaya pemikiran orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai yang diinginkannya. Layaknya dirigen musik, dia mengalunkan kejahatannya terus-menerus.”
Kougami menjelaskan seperti apa orang yang sedang dia cari. Di depannya, Saiga-sensei sedang menatap ke luar jendela.
“Kougami,” Saiga-sensei ingin penjelasan yang lebih spesifik. “ Jelaskan kharisma itu apa?”
“Saya gunakan kata itu dengan maksud sebagai sikap seperti pahlawan atau penguasa.”
Saiga Sensei memperbaiki letak kacamatanya. “ Jawban itu kuberi nilai,” Saiga-sensei berpikir sejenak, “dua puluh poin.”

“Kharisma mempunyai tiga elemen,” Kini Saiga-sensei yang menjelaskan. “Sikap seperti seorang pahlawan atau nabi, kemampuan yang membuatmu merasa nyaman  saat kau berada bersamanya, serta kecerdasan dalam berbicara dalam banyak hal. Dari ketiga tersebut termasuk elemen manakah orang yang kau cari?”

Kougami menatap Saiga-Sensei. “Saya pikir dia memiliki semuanya.”

Rabu, 04 Juni 2014

BOLEHKAH AKU BERTERIMA KASIH DENGAN CARAKU SENDIRI?

unik2day.blogspot.com
unik2day.blogspot.com

“Bolehkah aku berterima kasih dengan caraku sendiri?”

“Meski tidak sesuai dengan apa yang diharapkan orang tempatmu berterima kasih, begitu?”

“Iya. Bisakah?”

“Kenapa tidak melakukan sesuatu sesuai yang disenanginya saja?”

“Aku ingin melakukannya dengan caraku sendiri.”

“Kau tidak menjawab pertanyaanku.”

“Bisakah?”

“Baiklah. Berikan aku contoh yang jelas!”

“Bukankah itu sudah jelas?”

“Jelas apanya? Kau hanya mengatakan berterima kasih dengan caramu sendiri.”

”Tapi kukira itu sudah jelas.”

Lelaki itu menghela nafas. Jam dinding berdetak tepat di atas kepalanya.

“Bisa kita membuat semacam simulasi?”

“Simulasi?”

“Kuberikan kau makanan, bagaimana kau akan berterima kasih padaku?”

“Kurang jelas.”

“Kurang jelas? Makanya dari tadi aku memintamu menjelaskannya lebih rinci.”

“Balasan apa yang kau harapkan dariku?”

Lelaki itu berpikir sejenak.

“Sebenarnya aku tidak mengharapkan terima kasih sih.”

“Tapi jika aku mendapatkan sesuatu darimu maka aku harus berterima kasih.”

“Mengapa jadi rumit begini? Baiklah, maukah kau mengambilkanku minuman?”

Perempuan itu melirik gelas di samping kirinya.

“Tapi airku sudah habis.”

“Kan dikulkas masih ada. Kau bisa mengambilnya untukku.”

“Tapi aku tidak bisa.”

“Tidak bisa? Tidak bisa bagaimana?”

“Anggap aku tidak bisa. Ini kan hanya simulasi.”

Lelaki itu menghela nafas lagi.

“Tapi aku kehausan.”

“Kau benar-benar kehausan?”

“Iya. Ini hanya simulasi tapi aku benar-benar kehausan.”

“Katanya hanya simulasi.”

“Tapi aku benar-benar kehausan. Simulasi ini mengambil refrensi dari realitas.”

“Baiklah. Aku sedang tidak bisa mengambilkanmu minuman.”

“Jadi?”

“Apanya?”

“Bagaimana kau akan berterima kasih padaku.”

Laki-laki itu berdiri, mengambil minuman di kulkas, lalu kembali lagi ke meja makan.

“Bagaimana ya?”

“Mau kuberi waktu beberapa menit?”

“Untuk apa?”

“Untukmu berpikir, bukan? Lagipula aku tidak butuh terima kasih sejak awal.”

“Itu dia masalahnya.”

“Masalah? Masalah apa?”

Rabu, 14 Mei 2014

KUROKO NO BASUKE (3): ZONE


Klub baskes SMP Teiko adalah sebuah tim yang sangat kuat dengan seratus anggota dan tiga kali juara bertahan. Diantara catatan mereka yang brilian, terdapat lima generasi hebat yang dikenal dengan nama “Generasi Ajaib”. Tapi, ada sebuah rumor aneh yang melibatkan generasi ajaib. Walaupun belum begitu diketahui dengan sedikit catatan bermain, ada satu anggota yang diakui oleh lima generasi ajaib. Dia adalah sosok misterius yang keenam. Namun, karena sosok keenam ini menyebut dirinya bayangan maka bukan dia yang akan kita ceritakan sekarang. Melainkan sosok ketiga yang merupakan pemain paling cepat diantara semua generai ajaib. Dia adalah ACE SMP Teiko dan Perguruan Touo, Aomine daiki.
***
ada gambar putih polos di atas tulisan ini
ada gambar putih polos di atas tulisan ini

Fokus. Dari dua gambar diatas, sedikit banyaknya bisa menunjukkan bagaimana kita bisa memfokuskan pikiran pada hal-hal tertentu. Dari gambar pertama, kita akan kesulitan menentukan titik fokus dari penglihatan. Mata kita akan cenderung melihat ke seluruh permukaan gambar. Sebaliknya dengan gambar kedua. Dengan adanya sebuah titik hitam ditengah-tengah kertas, penglihatan kita akan terfokuskan ke titik itu.  penglihatan kita yang terpusat pada titik hitam tersebut sehingga membuat keberadaan titik itu menjadi besar.

megableachy.deviantart.com

Sewaktu menjelaskan tentang Fokus, Kishimoto menggunakan perumpamaan diatas. Jika sepakat dengan apa yang dikatakannya, mungkin kita bisa menyimpulkan seperti apa fokus itu. fokus adalah kondisi dimana energi atau pikiran kita terpusat pada sesuatu secara maksimum dan membuat kita mengabaikan hal-hal yang lainnya. Fokus bisa juga berarti titik pusat dari konsentrasi. Atau kondisi dimana kita masuk pada sebuah zona yang tak tersentuh dengan apa yang terjadi diluar zona.

Sama seperti ketika kita menghubungkan Akashi Seijuro dengan laplace’s demon, apa hubungannya  Aomine dengan fokus yang telah dijelaskan sebelumnya?

Sebagai Ace dari generasi ajaib, Aomine bisa melakukan banyak hal yang luar biasa dalam bermain basket. Dalam kecepatan dan kelincahan dia tak tertandingi bahkan untuk ukuran generasi ajaib. Di satu sisi, dia juga punya kemampuan dalam melakukan tembakan tak berbentuk dari arah tak terduga. Tapi bukan hal ini yang akan menjawab hubungan antara Aomine dan fokus. Kemampuan Aomine yang menjawab pertanyaan itu adalah kemampuannya untuk mencapai Zone.

Zone adalah sebuah kondisi yang bisa membuat Aomine bisa mengakses kemampuan penuhnya. Ketika memasuka zone Aomine akan menjadi lupa dengan segalanya dan hanya akan peduli dengan permainan. Dia tidak akan mendengar tepukan riuh penonton ataupun suara-suara lainnya dari luar pertandingan. Dengan kata lain, ketika memasuki Zone, Aomine akan menjadi fokus luar biasa dengan pertandingan dan menggunakan seluruh energinya hanya untuk itu. Hal ini akan menyebabkan kemampuan Aomine bisa meningkat dengan sangat drastis. Kekuatan dan kecepatannya akan menjadi berlipat ganda. Dia akan masuk dalam zona yang tidak semua pemain dianugrahi kemampuan untuk membuka pintu gerbangnya.

Sabtu, 10 Mei 2014

PSYCHO-PASS REVIEW : DERET HITUNG KEBUTUHAN PANGAN




Biar kulanjutkan kutipan dari Max Weber,” Saiga-sensei mengangkat sendoknya ke arah Kougami. “Birokrasi pemerintahan mendominasi masyarakat melalui pengetahuan; baik pengetahuan teori maupun praktik. Dengan kata lain, pengetahuanlah yang membuat keunggulan mereka atas masyarakat meningkat. Jadi, jika kau ingin melakukan sesuatu terhadap pemerintah, kau harus melucuti keunggulan tersebut.

www.aniplog.com

Itu sedikit kutipan dari anime Psycho-Pass, dan untuk melanjutkannya, dibutuhkan juga sedikit kutipan dari Thomas Robert Malthus. Tentang produksi bahan makanan, Thomas Malthus, kira-kira berkata seperti ini;

 “Produksi bahan makanan mempunyai tendensi meningkat secara aritmetik atau deret hitung, sedangkan populasi manusia meningkat secara geometrik atau deret ukur. Dengan demikian, penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan persediaan bahan makanan.”
Peningkatan jumlah penduduk seringkali dibandingkan dengan peningkatan kebutuhan pangan. Berkat kemajuan modern, jumlah penduduk akan terus meningkat, dan konsentrasi kepadatan penduduk di kota akan menjadi melonjak drastis. Tapi, konsentrasi penduduk yang padat tidak terlalu bermasalah. Lahan untuk pemenuhan kebutuhan panganlah yang paling bermasalah. Kita bisa memindahkan manusia tapi kita tidak bisa memindahkan lahan.

Populasi penduduk yang terus meningkat, sekaligus akan memicu pengingkatan pemukiman dan aktivitas industri. Lahan tidak bisa dipindahkan, di satu sisi, untuk kepentingan industri, pemukiman, gedung olahraga, akan terus mengeruk lahan pertanian tersebut. Akibatnya, penuruan luas lahan pertanian akan bergerak dalam lajur kuadrat.

Jadi, bagaimana cara mengatasinya?

Senin, 28 April 2014

SETELAH KEMATIAN PENGARANG


ceasefiremagazine.co.uk

1. Sulit bagi kita mengharapkan karangan mencerminkan pengarang sepenuhnya. Dalam karangan, ada banyak kepalsuan di sana. Ada banyak kebohongan. Pengarang seringkali hanya mempermainkan tanda-tanda yang ada.

Terkadang, pengarang justru akan meletakkan berbagai petanda palsu agar pembaca tidak bisa sampai ke pengarang.
 
Mengapa?
Karena tugas pengarang hanya menyampaikan. Tidak kurang tidak lebih. Karangan bukan untuk mengeksploitasi pengarangnya. Pengarang hanya menceritakan dunia dari sudut pandangnya. Sekalipun pengarang adalah bagian dari dunia itu sendiri, tapi semuanya terlanjur tumpang tindih.

Pengarang sekalipun terkadang tidak bisa menemukan dirinya sendiri dalam tulisannya.

Aneh, bukan?
Bahkan pada kondisi tertentu pengarang akan berbicara tanpa landasan. Hanya sekedar mengikuti hasrat pasar. Tidak kurang tidak lebih. Lagipula, kebohongan tidak kalah menariknya dibandingkan kebenaran, bukan?

2. Kita membenci puisi yang memiliki persekongkolan dengan kita- dan jika kita tidak setuju, ia seperti meletakkan tangannya dalam saku celananya. Puisi harus bagus dan tidak mencolok, sesuatu yang masuk ke dalam jiwa kita, dan tidak mengejutkan atau memukau dengan dirinya sendiri, tapi dengan subjeknya. Betapa indahnya bunga yang menyendiri, betapa keindahannya akan hilang jika mereka masuk ke dalam keramaian di jalan raya sambil berteriak, “Kagumi aku, aku bunga violet! Sayangilah aku, aku bunga  mawar!”.
(Jhon Keats)

3. Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada setiap pendusta yang banyak berdosa. Mereka menyampaikan hasil pendengaran mereka, sedangkan kebanyakan mereka orang-orang pendusta.

Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya?

Kecuali penyair yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapat kemenangan setelah terzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir) dan orang zalik kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.
(Al-quran)